Selasa, 14 Mei 2013

Beasiswa Universitas Al-Ahgaff Yaman 2013 - 2014

Universitas Al-Ahgaff berpusat di Mukalla, ibukota provinsi Hadramaut Republik Yaman. Provinsi yang kaya akan peradaban dan semarak dengan ilmu pengetahuan. Kantor rektor dan semua Fakultas Universitas berada di kota yang berada di ujung semenanjung Arab ini. Fakultas Syariah saja yang berada di Kota Tarim. Hal ini dilakukan guna terwujudnya pendidikan syariah yang tidak diperoleh dari bangku kuliah saja, namun juga didapat melalui lingkungan agamis dan ilmiah.
Tarim terkenal sebagai kota ilmu dan ulama sehingga pada tahun 2010, Tarim yang terletak sekitar 300 km dari kota Mukalla dinobatkan sebagai Kota Budaya Islam/Capital of Islamic Culture oleh organisasi ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization)
Faktor sosial budaya kota Tarim ini sangat mendukung untuk dijadikan sebagai tempat mendalami ilmu agama. Apalagi hal tersebut didukung faktor sejarah yang mencatat bahwa dari sinilah Islam di beberapa belahan dunia (seperti Asia dan Afrika) disebarkan dan berkembang pesat tanpa kekerasan dan teror berkat kegigihan, keikhlasan, keilmuan dan budi pekerti mulia para tokohnya dalam berdakwah.
Universitas Al-Ahgaff berdiri sebagai langkah nyata dari gagasan para ulama terkemuka yang dipelopori Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Mahfudz Al-Haddad (Alm), Mufti Provinsi Hadramaut kala itu demi terwujudnya tujuan utama yaitu membangun sarana pendidikan Islam yang bermutu bagi masyarakat Muslim dunia dengan pola pendidikan yang mampu mencetak sarjana Muslim yang prospektif dan mumpuni dalam segala aspek kehidupan berasaskan ruh Islami berhaluan pemahaman Ahlusunnah wal Jama’ah.
Universitas ini resmi didirikan pada tahun 1994 melalui SK Menteri Pendidikan No. 5 tanggal 8 Februari tahun 1994. Pada tahun 1995 Universitas Al-Ahfaff resmi menjadi anggota Persatuan Universitas Liga Arab dan resmi menjadi anggota Asosiasi Universitas-Universitas Islam .
Beasiswa bagi mahasiswa/I Indonesia hanya diberikan khusus untuk studi di:
  1. Fakultas Syariah bagi putra
  2. Fakultas Tarbiyah khusus wanita jurusan Kajian Islam bagi putri
Kantor Pusat Universitas Al-Ahgaff di Indonesia
Jl. Jagasatru No. 56/193CirebonJawa Barat 45115
Telp. (0231) 203157
CP: 08122212000, 081546522000 (tidak melayani SMS)
Ust. Ahmad Yusuf: 085728210439, 081294708062
Ust. Nur Wahid: 085325711383, 087781234898
Ust. Fakhruddin Jamal Bandera: 081282175322, 087878955507
Email             : ahgaff_indonesia@yahoo.com, indonesia@ahgaff.edu
FB                   : Yayasan Al-Ahgaff Indonesia (https://www.facebook.com/groups/ahgaff/)
Website         : www.ahgaff.edu
Syarat Pendaftaran
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Menyerahkan fotokopi ijazah SMU/MA/Sederajat, sebanyak 2 lembar dengan nilai rata-rata komulasi min. 7,5
  3. Ijazah tidak lebih dari 3 tahun
  4. Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4×6 (4 lembar) background putih.
  5. Membawa surat pengantar dari pondok pesantren/sekolah
  6. Bagi yang ijazahnya belum keluar, maka dapat menyerahkan fotokopi rapot kelas 10, 11 dan 12 yang telah dilegalisir dari sekolah SMU/MA/Sederajat.
Materi ujian
  1. Ujian Tahriri: Bahasa Arab (Nahwu/Shorof/Ta’bir) dan Fiqih
  2. Ujian Syafahi: Muhadatsah dan membaca kitab setingakt Fatul Qorib Syarh Taqrib.
Beasiswa yang diberikan
Bagi mereka yang telah dinyatakan lulus tes dan memenuhi syarat, akan mendapatkan beasiswa penuh (pendidikan, asrama dan makan) tidak termasuk ijin tinggal dan uang saku. Untuk biaya keberangkatan jaminan tiket kepulangan, visa, terjemah ijazah dan lain-lain, calon mahasiswa dikenakan biaya administrasi sebesar Rp25.000.000.

Jadwal Ujian dan Mekanisme Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai pada awal bulan April 2013 dan berkas harus sudah diterima Kantor Pusat Universitas Al-Ahgaff di Indonesia melalui POS, Jasa Titipan Kilat atau email sebagaimana tersebut di atas paling lambat 7 hari sebelum masa ujian dimulai. Pengumuman hasil tes dapat dilihat di website kami: www.ahgaff.edu atau di group FB: YAYASAN AL-AHGAFF INDONESIA (https://www.facebook.com/groups/ahgaff/) selambat-lambatnya tanggal 20 Juni 2013.

Informasi Jadwal dan Lokasi Tes Seleksi silahkan download di sini dan di sini

Sabtu, 04 Mei 2013

udah,,putusin aja...pacaran positif maksiat...

01. pacaran itu permainan, nikah itu keseriusan | mau dimainin atau diseriusin?
02. inggris, 1 cewek rata2 pacaran dgn 24 pria beda sblm nikah (survei UKDating) | artinya? 96% pacar akan putus! | mending skrg #UdahPutusinAja
03. pacaran dikit-dikit galau, dikit-dikit galau | galau kok dikit-dikit #UdahPutusinAja
04. pacaran itu abisin duit, nikah kemungkinan cuma 4% | pahala jelas nggak dapet, maksiat numpuk, hayuu
05. pacaran enak sebentar, sakit seumur-umur | dan enaknya cowok doang, cewek mah tekor! #UdahPutusinAja
06. "pacaran kan perkenalan?" | betul, kan sudah sy bilang, kenalan doang, main2, nggak serius!
07. mau bukti pacaran itu nggak serius? hayu tanya "kapan kita nikah?" | anda akan menemukan lelaki itu ngarang bebas, mati gaya
08. pas jadipacar aja nyusahin, ngutanglah, minta macem2lah, ajak maksiat lah | pas nikah, dia nyusahin lo dgn begitu sama cewe lain =_
09. segera halalkan hubungan dengan nikah dear, atau putuskan segera | itu baik untuk menjaga kesucian dan kehormatan yg hanya 1
10. pacaran memang enak, nikmat | sampai sesuatu terjadi (semua begitu cepat), dan satu pergi cuci tangan dan satu menyesal

*reshare from Ustadz Felix Siauw

Balasan Azab Untuk Perempuan Tidak Menutup Aurat


Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya. (Surah An Nur Ayat 31)

Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu:

1. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam).

2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (Riwayat Muslim)

Balasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya, berterusan selama ia tidak menutupnya. Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang, pedihnya tidak terkira.

Peristiwa Mi’raj

1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.

2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)

3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.

4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.

5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.

6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.

7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.

8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.

9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.

10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

Antara Berpacaran dengan Menyegerakan Menikah


Pemuda itu menangis tersedu-sedu di samping mihrab mesjid. Mushaf ia dekap erat-kuat ke dadanya. Sesekali ia me-lap air mata yang meleleh. Ia merasa begitu rapuh dan lemah. Begitu tak berdaya menghadapi seorang wanita. Ia telah tergila-gila pada wanita itu. Senyuman wanita itu bagai purnama di gelap gulita malam. Suara wanita itu laksana nyanyian bidadari yang merasuk ke pori-pori jiwanya.

Ia menangisi dirinya yang tak lagi bisa merasakan nikmatnya berzikir. Menangisi hatinya yang tak lagi bisa khusyuk dalam shalat. Menangisi pikirannya yang selalu membawanya terbang ke wanita itu. Oh, sungguh hebat deritanya. Dulu ia begitu kokoh dan teguh. Orang-orang menganggapnya seorang laki-laki yang punya prinsip dan berkarakter. Apalagi saat orang-orang tahu dia begitu mampu menjaga hubungan dengan wanita, popularitas keshalehannnya semakin dikenal dan menjadi buah bibir.

Itu dulu, namun kini ia begitu tak berdaya dan rapuh. Wanita itu betul-betul telah membuatnya terpikat. Seorang wanita yang dalam pandangannya begitu anggun dan sempurna. Cantik, manis, cerdas, hafal al-Qur`an, sopan dan lembut dan lain-lainya. Seorang wanita yang menurutnya layak dijadikan pasangan hidup menuju sorga. Seorang wanita yang semua kriteria calon istri dambaan ia temukan pada dirinya.

Hampir tiap malam ia menangis. Jika dulu, ia menangis di kegelapan malam karena dimabuk rindu pada Sang Pencipta, kini ia menangis karena dimabuk rindu pada makhluk-Nya. Apakah Allah tengah menguji dirinya. Apakah Allah tengah menguji kejujuran cintanya. Ataukah memang sudah waktunya ia menikah.

Ia teringat dengan pesan-pesan Ustadznya sebelum berangkat ke Mesir dulu, pesan-pesan yang masih terekam kuat dalam memorinya.

"Anakku, ketahuilah dalam perjalanmu menuntut ilmu nanti, kamu akan diuji dengan banyak hal, dengan kesusahan hidup, kesulitan biaya, lingkungan, kawan-kawan, dan lainnya. Teguhkan selalu niat di hatimu dan mintalah pertolongan pada Allah setiap waktu. Dan ingatlah, ujian terberat yang akan kamu hadapi nanti adalah wanita, maka berhati-hatilah menghadapi wanita. Jangan pernah mengikuti ajakan nafsu yang menyesatkan."

"Anakku, berpacaran yang saat ini banyak digandrungi anak-anak muda adalah sikap laki-laki bermental kerupuk dan pecundang dan tipe wanita yang tak punya harga diri, menjalin hubungan secara syar`i dan menikahi dengan cara-cara yang baik, itulah akhlak seorang laki-laki yang didamba dan sikap seorang wanita calon penghuni sorga. Bila godaan itu terasa berat bagimu, berpuasa tak sanggup mengobatimu, maka menikahlah, insya Allah itu lebih berkah dan mengantarkan pada kebaikan."

"Anakku, jika kamu mengira berpacaran itu adalah jalan menuju pernikahan, maka engkau telah tertipu oleh nafsumu. Engkau telah termakan bujuk rayu setan durjana. Apakah engkau mau memetik buah dari pohon sebelum waktunya? Apakah engkau mau membeli barang yang telah usang dan pernah dipakai orang?"

"Anakku, janganlah engkau mengira, pacaran yang Ustadz maksud bertemu dan jalan berdua-duan semata, tapi jagalah matamu, pendengaranmu, hatimu dan pikiranmu. Janganlah menjadi pemuda yang lemah. Ingatlah, engkau adalah pemimpin, jangan biarkan hawa nafsu yang memimpinmu."

"Jika suatu saat nanti, dorongan untuk menikah begitu kuat dan menyesak di dadamu, engkau merasa telah siap, namun orang tua belum merestui dan ada jalan lain yang menghambat. Ustadz sarankan, bersabarlah, bersabarlah, dan bersabarlah. Sembari terus mencoba dan berdoa tiada henti pada Allah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan ketahuilah, orang-orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang berlipat, dan orang-orang sabar akan memetik mutiara iman yang begitu banyak dalam kesabarannya itu. Dan yakinlah sesungguhnya bersama satu kesulitan ada banyak kemudahan."

"Anakku, jangalah engkau tergoda oleh nafsumu, janganlah engkau tertipu dengan bisikan musuhmu, setan durjana. Mungkin Allah tengah mengujimu, dan menyiapkan untukmu hadiah yang indah. Maka selalulah berbaik sangka pada Allah."

Nasehat-nasehat berharga itu begitu mampu menjadi penawar bagi hatinya yang gelisah. Tapi, itu hanya bertahan sebentar, ledakan perasaannya pada wanita itu ternyata lebih dahsyat dan meluap-luap. Pesan-pesan itu hanya bertahan sesaat, lalu ketika desakan perasaan itu kembali merasuki jiwa, ia menjadi begitu rapuh dan lemah.

Sampai pada akhirnya ia menelpon Ustadznya di Indonesia. Ia menceritakan kegelisahan hatinya, keresahan jiwa, dan gejolak rasa yang selalu menyesak di dadanya. Ustadznya berpesan kembali,

"Anakku, Ustadz bisa memahami keadaanmu, barangkali sudah waktunya bagimu untuk menggenapkan setengah agamamu. Ustadz sarankan lakukanlah shalat istikharah, jika engkau menemukan ada tanda-tanda ke arah sana, maka lakukanlah shalat hajat sebanyak-banyaknya, insya Allah, mudah-mudahan dengan cara demikian Allah membuka jalan untukmu. Mintalah pada Allah dengan air mata penuh harap, menangislah sejadi-jadinya di hadapan Allah. Yakinlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya."

Satu tahun kemudian, sesudah kesabaran yang panjang, setelah menyelesaikan hafalan al-Qur`annya, ia pun menggenapkan setengah agamanya di penghujung bulan Juni 2010. Ia sangat bahagia. Kebahagiaan yang tak bisa dlukiskan dengan kata-kata. Ia telah menikah dengan wanita dambaannya, seorang wanita sorga yang Allah hadirkan ke bumi untuknya. Allah telah memilihkan untuknya seorang pendamping hidup yang mecintai Allah dan dirinya dengan sepenuh jiwa dan raga.

Tak sia-sia selama ini ia menjaga dirinya dari tergelincir pada perbuatan yang haram. Ia sampaikan kerinduannya terhadap wanita itu pada Allah setiap malam, ia titipkan penjagaan untuk wanita itu pada Allah setiap saat. Ia hantarkan doa-doa penuh ketulusan untuk kebaikan dan keselamatan wanita itu selama ini. Dan kini, Allah mengizinkannya untuk memetik buah kesabarannya selama ini. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan hamba yang berserah diri pada-Nya.

Minggu, 07 April 2013

nasihat ibu dan anak perempuan ^_^


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
Anakku....
Apa kabar dirimu nak??
Seorang ibu tersenyum kepada anak perempuannya yang sudah beranjak menjadi orang dewasa...
Anakku...bolehkah ibu memberimu nasihat yang berharga dalam hidupmu nak?
Seorang anak menjawab boleh ibuku...dengan sebuah senyuman yang tulus merekah di bibir sang anak tersebut..
Anakku...
Ibu tahu akan dirimu nak, karena dirimu berada di dalam kandungan ibu selama 9 tahun 10 hari..
Ibu tahu engkau sudah beranjak dewasa..
Ibu pun tahu engkau saat ini sedang jatuh hati dengan seseorang..
Ibu tersenyum kepada anaknya..anaknyapun tersipu malu..
Anakku...
Perlu engkau ketahui nak...
Mencintai itu hal yang wajar, itu merupakan sebuah anugerah yang Alloh berikan kepadamu nak...tapi, bagaimanakah sikapmu untuk selalu menjaga anugerah yang suci itu tetap suci anakku...
Anakku tersayang...permata ibu..
Nak, ibu tahu engkau terkadang tersenyum sendiri, menangis, bingung, khawatir, dan semua itu berdampak pada kondisi fisikmu dan jiwamu..
Anakku....ketahuilah...
Cintailah dia, dengan hati setulus mungkin nak...jangan pernah engkau mengkhianatinya, jagalah ia nak dengan cara serahkan dia kepada Alloh anakku..biarlah Alloh yang akan menjaganya nak..
Anakku, di kala engkau merindukannya, kirimkanlah doa untuknya anakku...doakanlah ia..sisipkanlah namanya di dalam doamu nak...anakku, di kala engkau khawatir akan keberadaannya, tetaplah doakan ia...nak, ketahuilah dia sangat membutuhkan doa darimu...doakanlah ia setiap hari...
Anakku, diakala engkau merindukan akan kehadirannya di dalam kehidupanmu, merindukan kedatangannya untuk menikahimu...ketahuilah anakku, sabarkanlah dirimu nak...walaupun sabar itu sulit..tapi, sungguh di balik kesabaran dengan ketulusan hatimu serta imanmu..engkau akan merasakan buahnya anakku..buahnya kesabaran dalam penantianmu akan dirinya di dalam kehidupanmu...
Anakku...jagalah dirimu nak..dimanapun engkau berada anakku...tunggulah kedatangannya...setialah kepadanya..semua engkau lakukan karena Alloh bukan karena nafsu anakku...
Dan yakinlah...dia di sana juga akan mejaga dirinya baik” nak..dia juga akan setia menantimu, menjemputmu, dia juga akan bersabar..dia juga akan melakukan seperti dirimu nak...percayalah itu...
Anakku...percayalah sama ibu, apabila ia orang yang baik”, orang yang sholeh yang baik agama dan akhlaknya, ia juga mencintaimu, ia pasti akan menjaga dirinya, ia pasti akan setia dan bersabar, ia pasti akan selalu menyisipkan namamu di dalam doanya, dia tidak akan pernah mempermainkan hatimu nak, tidak akan pernah membuat dirimu sakit, dia akan bersungguh” anakku...
Anakku...ketahuilah sekarang ia sedang mengumpulkan bekal untuk masa depan kalian...ia sedang bekerja keras dalam segala hal,ia sedang mempersiapkan masa depan,  ia pasti sudah menceritakan dan memperkenalkan mengenai dirimu dan keluarga kita kepada keluarganya anakku...anakku...bersabarlah dirimu nak...tunggulah ia... teruslah berdoa untuknya...
Anakku...ketahuilah nak, walaupun ia sudah tidak lagi memberimu kabar, tapi, ketahuilah bahwa ia merindukanmu, ia menyimpan semua itu dengan rapat dan ia tuangkan dalam doa...ia juga sama halnya denganmu nak, tahanlah anakku...sabarlah...yakinlah anakku....tetaplah menunggunya dengan sabar, iman dan penuh kenyakinan..gantungkan aharpanmu itu di tangan Alloh nak...
Anakku...ketahuilah bahwa pernikahan itu memerlukan persiapan...maka sebelum dirimu memasuki dunia pernikahan yang terjadi dalam hidup hanya sekali hingga maut memisahkan kalian berdua...maka mulai saat ini, teruslah belajar..teruslah rajin dalam menuntut ilmu nak, untuk bekal dirimu nanti...terus rajin belajar dalam memasak anakku, ketrampilan pekerjaan rumah, menguasai tugas sebagai seorang istri dan ibu nanti, belajar bagaimana mendidik anak, mengelola rumah dengan baik, dan masih banyak lagi anakku...teruslah dirimu belajar anakku...sambil kau menunggu kedatangannya bersama keluarganya..
Anakku, janganlah dirimu risau nak....jika dia adalah jodohmu yang tertulis di lauhul mahfudz, belahan jiwamu dan kamu adalah tulang ruskunya yang hilang...yakinlah anakku..dia akan datang dan kembali padamu..dan Alloh akan mempersatukan dua hati dalam ikatan suci yakni pernikahan menuju surga Alloh...
Anakku...jangan pernah kau menuntut apapun dari dirinya, terimalah apa adanya mengenai dirinya nak...bersabarlah...
Anakku, sekarang yang harus kamu lakukan adalah bersabar, berdoa, yakin dan teruslah berbenah dirimu menjadi yang lebih baik anakku...nak, hanya itu yang ibu sampaikan saat ini...suatu saat nanti ibu akan lanjutkan kepadamu anakku...tersenyumlah..bersabarlah...
Seorang anak perempuan, tertegun dan tersenyum mendengar petuah dari ibundanya yang tercinta...
Seoarng anak mengatakan pada ibundanya..
Ibu....terkadang ku bertanya”...mulai kapankah ku merasakan ini? Hati yang telah ku jaga ..telah terbuka dan berhasil terbuka...semua ini adalah karunia Alloh...
Ibu...baru pertama ku kenal dengan ikhwan, dekat dengannya...ku tak tahu apa” dengan ikhwan ini...di dalam pelajaran sekolah tidak pernah di ajarkan..dan biasanya ku termenung, melihat teman” akhwat tahu, faham mengenai ini..apakah diriku terlalu polos dan lugu bu??
Ibu...ku tak ingin di sakitin, ku tak ingin di bohongin..ku tak ingin di khianatin..ku hanya ingin sekali dan terakhir merasakan anugerah ini dalam hidupku bu...niat tuk mengharap ridhoNYA..menuju Ridho-NYA..
Ibu...ku yakin dia orang yang baik agamanya, akhlaknya....dia tidak akan seperti yang lain dimana yang lain banyak janji, tipuan, mengkhianati, menyakiti...tapi, dia tidak akan seperti mereka...
Bu, apabila ia serius, yakin, sungguh”, berani...ku yakin dia akan datang bersama keluarganya dan hubungan kami terlibat dengan pihak keluarga...dan, dia akan berani bilang ke ibu bahwa dia akan bersilaturrahim ke rumah bersama keluarganya ...apabila waktunya telah tiba...
Ibu..itu semua bila ia sudah siap...siap untuk membangun bahtera yang sekali seumur hidup hingga mau memisahkan..
Bu, walaupun diriku menginginkan tuk menikah, begitu juga ia...ku akan menunggu dia bu..dan ku akan lakukan apa yang ibu katakan ke aku...
Sembari menunggu sapaannya..senyumannya..kedatangannya..menjalin bersama hidup bersama selamanya....dan berdoa yang terbaik dan berprasangka baik kepadanya...
Ibu..ku percaya apa yang ibu katakan kepadaku..ku yakin...Alloh mempunyai rencana untuk kami yang terbaik bu...
Ibu..doakan kita yang terbaik....
Ibu...ku ingin menjadi wanita sholehah..
Istri sholehah..dan ibu yang sholehah yang melahirkan generasi masa depan yang sholeh dan sholehah, penerus pejuang nabi, generasi qurani...
Ibu...terima kasih....ku akan selalu mendengarkan petuah ibu yang berharga dalam hidupku...
Teruntuk yang jauh di sana..di belahan buminya Alloh...
Walaupun kabar mengenai dirimu tiada kunjung datang, ku yakin kau bisa merasakan apa yang kurasakan...dan ku yakin dan percaya kepadamu..kau menjaga dirimu baik”..dan ku mendoakan yang terbaik untukmu...sama halnya mengenai diriku yang tak kunjung datang kabar kepadamu, aku pun sama bisa merasakan apa yang kau rasakan...
Jika memang belahan jiwa, aku tulang rusukmu, maka bagaikan satu tubuh....
Walaupun jauh...ini merupakan ujian dari Alloh yang sedang menguji kita...
Sebuah senyuman...
Salam
Wanita di seberang....

ku sisipkan pesan :Teruntuk teman terdekatku....
Ku akan mendoakan kalian, semoga perajalan kalian menuju ke RidhoNya Alloh..akan berjalan lancar di tahun 2013 di bulan agustus...
Semoga Alloh permudah jalan buat kalian berdua...
Terima kasih semuanya....
Wasslm wr wb...

Jumat, 05 April 2013

HADITS KEEMPATPULUH DUA

HADITS KEEMPATPULUH DUA

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:
1.     Berdoa diperintahkan dan dijanjikan  untuk dikabulkan.
2.     Pemberian maaf Allah dan ampunan-Nya lebih luas dan lebih besar dari dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat.
3.     Berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, Dialah semata Yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar.
4.     Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya.
5.     Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya.