Jumat, 12 November 2010

:-)


Apapun yang terjadi pada diri kita ini semua adalah ujian yang Allah berikan.... kita perlu mengingat bahwa Allah sayang sama hambanya...makanya Allah menguji hambanya....apakah dia mampu tuk melewati semua ini? semakin besar ujian yang datang maka semakin besar pula kepasrahan dirinya ia panjatkan pada Allah SWT.
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah lah hati
menjadi tentram. Orang-orang yang beriman dan berawal saleh, bagi mereka
kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.“ (QS. AR-RAD : 28-29)
“ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkalah
kesabaranmu, tetaplah bersiap-siaga di perbatasan negerimu dan bertakwalah
kepada Allah, supaya kamu beruntung. “ (QS. Ali Imran : 200)
“ Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“
(QS. AL-Baqarah : 153)
Manusia ikhlas, diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa bersabar, dan memperkuat kesabarannya. Karena sesungguhnya kebaikan dan keselamatan itu terletak pada kesabaran. Saat seorang hamba
mengikhlaskan segala tujuan dan impiannya kepada Allah, lalu ia perkuat
kesabarannya dalam berjuang, sampai ketentuan, dan jalan keluar datang pada-Nya.

Keikhlasan seorang hamba akan memancarkan sinar kedamaian di dalam dirinya. Seluruh waktu dalam hidupya akan ia gunakan untuk banyak-banyak mengingat Allah, mencari keridhoan dan cintanya. Karena
itu hamba yang ikhlas itu, bagaikan pohon yang rindang ditengah-tengah pohon yang kering. Sebab, hati hamba yang ikhlas akan selalu dipenuhi karunia dan rahmat Allah. Sehingga jasmani dan rohaninya tidak kekurangan nutrisi-nutrisi yang akan selalu menyuburkan pohon kelemahan di hatinya. Jiwanya selalu tersirami air suci makrifat Allah yang akan selalu menentramkan hati, jasmaninya selalu terhangati oleh pancaran Rahmat dan Karunia-Nya, pikirannya selalu tercerahkan dari tipu daya Duniawi yang dipenuhi janji-janji kepalsuannya.

“Orang yang ingat kepada Allah, adalah laksana orang yang hidup di tengah-tengah orang yang mati. “ (HR. Bukhari - Muslim) hamba ikhlas senantiasa menghidupkan hatinya untuk selalu mengingat Allah. Berserah diri secara utuh dan tulus kepada Allah, menerima dan ridha atas segala ketentuan takdir yang ditetapkan kepada-Nya. Bersabar atas segala ujian dan cobaan-Nya, mensyukuri sekecil apapun nikmat yang ia berikan kepadanya. sehingga keikhlasan hatinya akan memancarkan energi positif bagi kehidupan, yang hal tersebut akan menyelamatkanya dari segala bencana dan ujian hidup, menghilangkan kesombongan dan keserakahan dalam diri yang selalu menjadi sumber malapetaka, mendamaikan segala bentuk peperangan, menjadikan musuh sebagai sahabat, dan memusnahkan sifat-sifat buruk merusak manusia, di muka Bumi.

“(1) Bukankah kami telah melapangkan untukmu dada Mu? (2) Dan kami
telah menghilangkan dari padamu bebanmu, (3) Yang membuatkan punggung
Mu? (4) Dan kami tinggikan sebutan (nama) Mu, (5) Karena sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (6) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan, (7) Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (8) Dan hanya kepada
Tuhan mu lah hendaknya kamu berharap.“ (QS. Alam Nasyrah : 1-8)
Pengakuan ketidakberdayaan seorang hamba adalah pengharapan agar ia
di bantu Allah dengan kekuasaan-Nya. Pengakuan kelemahan seorang hamba
adalah bentuk penyerahan diri hamba tersebutu agar Allah membantunya dengan
kekuatan-Nya. Pengakuan kefakiran seorang hamba adalah bentuk do’a hamba
tersebut agar Allah membantunya dengan kekayaan-Nya. Hanya kepada Allahlah
hamba tersebut menyembah, dan hanya kepada-Nya pula dia
memohon pertolongan dan keselamatan.
“Ya Allah, kepadamu aku menyerah, kepadamu aku percaya, dan
kepadamu aku berserah diri, serta kepadamu pula aku akan kembali, dan
karenamu aku berjuang. Ya Allah, aku berlindung dengan kemuliaanmu yang
tiada Tuhan Selain Engkau, janganlah Engkau menyesatkan aku. Engkau yang
hidup, dan tidak akan mati, sedang jin dan manusia semuanya bakal mati.“ (HR.
Bukhari - Muslim)
“Ya Tuhan ku, bantulah aku; Jangan engkau tidak membantuku.
Tolonglah daku; Jangan engkau tidak menolong daku. Balaskanlah untukku,
jangan engkau berbalik membalasku. Dan jadikanlah diriku orang yang banyak
bersyukur kepadamu, khusyu kepada-Mu, lagi banyak mengadu dan kembali
kepada-Mu. Ya Tuhan ku, terimalah dariku tobatku, bersihkanlah dosa-dosaku,
perkenankanlah do’aku, teguhkanlah hujjahku, luruskanlah lisanku. Tunjukilah
hatiku, dan cabutlah kedengkianku di dada-Ku! “ (HR. Tirmidzi)
Dialah Tuhan yang memenuhi kebutuhan makhluknya, Tuhan tempat
menyampaikannya segala maksud, Tuhan yang mampu menolak segala cobaan,
Tuhan yang mampu menyembuhkan hambanya dari segala penyakit, Tuhan yang
Maha Mengabulkan segala doa, Tuhan yang Maha pengasih lagi Maha
Penyayang. Tuhan yang mennaggung kebutuhan makhluk, yang terbaik dalam
memelihara, yang terbaik pula dalam memberi pertolongan. Dan izinkan lah
hamba-hambamu yang penuh kekhilafan dan dosa ini, menjadi hamba-hamba
yang mampu mencapai keridhoan, cinta dan makrifat kepada-Mu.amin...

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar