Jumat, 28 September 2012

Di kala Cinta Menyapa

Sahabat fillahku ...Di kala cinta menyapa.. dunia indah penuh warna.
Di kala memendam rindu hati kelabu manakala tak bertemu.
Alangkah indahnya jika dua hati bertaut dan
rindupun bersambut.

Maka bersyukurlah kepada Allah dengan mentaati-Nya karena Dia telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas kasih-Nya...Namun jika cinta dan rindu tak bersambut tetaplah bersyukur karena kita akan dipilihkan yang terbaik menurut-Nya.
Berbahagialah bagi yang dikaruniai rasa cinta; cinta kepada Allah, cinta kepada orang tua, cinta kepada sesama dan cinta kepada alam semesta beserta isinya.

Tanpa cinta dunia terasa sepi, hambar dan tanpa makna..subhanallah..


Cinta terhadap insan hadirnya terkadang tanpa kita sadari. Kita tak pernah tahu kepada siapa, kapan dan di mana kita akan jatuh cinta. Namun jika saatnya tiba sikapilah dengan wajar, jangan berlebihan. Cinta yang membuat hati kita tenteram adalah cinta karena Allah yang mana kita mencintainya karena ketaatan dia kepada-Nya..

Kata orang bijak tak ada yang salah dengan cinta karena ia suci datang dari-Nya...yang salah adalah cara kita menyikapinya. Aktifitas pacaran atau pergaulan bebas yang belum terikat dalam perkawinan mestilah kita jauhkan....

Wahai jiwa-jiwa yang telah matang namun dalam kesendirian, berilah kesempatan kepada cinta untuk menyapa..sederhanakan kriteria bagi insan dambaan agar sepi tak lagi sendiri..Karena hidup bersama pasangan halal jauh lebih menentramkan dibandingkan hidup sendirian walau dalam gemerlapnya dunia..

Di kala cinta menyapa...Tetap genggam cinta itu jangan kita lepaskan sampai Allah memberi keputusan yang terbaik... genggamlah dengan mencintainya secara sederhana...yakinkan bahwa cinta kita tak melebihi cinta kepada Allah dan Rasul...

Sahabatku..renungkanlah...Jika cinta kepada seseorang melebihi cinta kepada Allah bisa jadi Allah mendatangkan ujian dari seseorang yang kita cintai. Terkadang cinta kita tak berbalas atau timbul pengkhianatan yang menyakitkan.

Katakanlah “ Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan ( dari ) berjihad di jalan-Nya, maka tunggullah sampai Allah mendatangkan keputusannya.”Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang pasik.” ( QS. At-Taubah : 24 )

Maka..cintailah Allah dengan sebenar- benarnya niscaya kita akan dicintai Allah dan makhluk- Nya .Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta, sedangkan lembahnya adalah cinta kepada sesama...


Sahabatku... seindah- indah cinta kepada lawan jenis adalah cinta yang telah terikat dalam ikatan suci pernikahan, sebelum itu cinta adalah ujian maka jangan lupa minta petunjuk-Nya melalui do' a dan istikharah agar Allah memberi jalan yang terbaik dan diberi kemudahan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar