Jumat, 28 September 2012

SABARLAH DALAM PENANTIANMU,, (Renungan untukku,untukmu dan untuk kita semua )

Seorang ukhti pernah bertanya, “kakak, apa yang harus dilakukan ketika kita jatuh cinta pada lawan jenis? Kalau nikah saya belum siap.Tapi untuk melupakannya juga tidak mudah

Aku tersenyum saat seorang ukhti yang sudah aku anggap adik itu mengungkapkan perasaannya tentang cinta.Rasa terdalam yang dimiliki setiap manusi

a.Rahasia yang takkan habis diungkap.

Ya... Cinta...

Cinta itu fitrah. Semua makhluk hidup, setiap hamba pasti akan merasakannya. Cinta pada orang tua, cinta pada teman, cinta pada saudara, sampai cinta pada lawan jenis.

Dan inilah cinta yang paling rawan…sebab cinta ini jugalah yang hampir membawa Nabi Yusuf pada fitnah.

Cinta kita pada lawan jenis, ia adalah juga fitrah.

Dan memanglah, yang paling utama dan aman adalah menyegerakan menikah saat gejala cinta itu menyerang. Kerana menikah itu lebih menyucikan dan akan menjaga Izzah kita sebagai seorang Muslim. Pernikahan itu membentengi diri kita dari maksiat. Pun dari zina, baik zina kecil maupun zina besar. Pernikahan akan membawa kita pada ridho Allah serta memudahkan kita mendekatkan diri pada_NYA, disebabkan telah sempurna setengah dari agama kita.

Namun, jika kita belum siap atau belum mampu menikah, maka berpuasalah! Sesungguhnya itu lebih baik bagimu. Perintah berpuasa untuk menjaga diri ini tidak hanya ditujukan bagi laki-laki (pemuda), akan tetapi juga para wanita.

Bagaimana puasanya wanita yang belum siap menikah untuk membentengi dirinya?

Mungkin itulah yang masih menjadi pikiranmu..bukankah begitu wahai ukhtiku?

Puasa ini memiliki dua makna.
Makna pertama, adalah makna puasa sesungguhnya. Yakni dengan menahan diri dari makan dan minum serta semua hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Memperbanyak puasa sunnah agar kita tidak disibukkan dengan angan-angan tentang cinta.

Makna kedua adalah makna konotatif dari puasa. Menahan diri. Terhadap semua hal yang membuka pintu fitnah cinta.

Saat kita merasakan jatuh cinta pada si dia,maka tahanlah pandanganmu terhadapnya, kalau perlu jauhi dia sejauh-jauhnya. Biarlah dia membencimu, kerana itu justru akan menjadikan Allah menitiskan kemanisan iman ke dalam hatimu.

Selanjutnya, janganlah kau justru menjadikan dirimu sebagai pemicu timbulnya fitnah.

Tutuplah auratmu yang “mungkin” menjadikan dia tertarik padamu.
Dan yang paling penting, jangan “menggodanya’ dengan kalimat lembutmu ataupun harum bau parfummu.

Dan alangkah lebih mulianya, jika kau bisa mengalihkan cintamu dari makhluk kepada cinta Sang Pencipta. Kerana Dialah yang akan memilihkan jodoh Terbaikmu, dunia akhirat.

Tak perlulah hatimu dirisaukan oleh cinta lawan jenis yang kalau kita tidak berhati-hati, akan menjerumuskan kita ke api neraka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar