Senin, 06 September 2010

Dimensi Hati, Indera Hati, Alam Bawah Sadar, Do’a..... hati, alam bawah sadar, dan do’a??


Dimensi hati itu adalah fuad yang sangat peka terhadap apa yang ada di sekeliling kita. Dimensi jika kita artikan ke dalam kamus bahasa indonesia adalah ukuran.Di mana ukuran hati ini dapat menangkap sinyal atau energi. Hati mempunyai kepekaan yang sangat tajam dalam menangkap energi tersebut. Hati kita akan merasakan jika keadaan di sekitar kita mempunyai dampak yang sangat berbahaya bagi kita, sehingga kita dapat menghindar darinya. Hati adalah tempat kita untuk menghubungkan kita dengan cahaya Tuhan atau Illahi. Kalau kita istilahkan tempat kita curhat kepada Sang Illahi  dan tempatnya Allah menggerakkan manusia dengan petunjukNYA. Dimensi yang di maksud di sini adalah hati nurani yang bersih dari segala kotoran atau perbuatan dosa. Jika di istilahkan seperti kertas putih tanpa noda atau bayi yang baru lahir di dunia ini. Dimensi hati inilah, kita sudah mengenalnya di alam ruh. Disanalah kita belajar tauhid, kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita sudah menyatakan ikrar kita kepada Sang Pencipta kita. Dimensi hati inilah kita sudah di bimbing oleh Tuhan ketika di alam ruh ini. Setelah kita turun di dunia ini dengan seizin Allah agar kita dapat mengenal dunia. Setelah kita di dunia, dimensi hati ini tidaklah pasif/tidak tertutup tetapi aktif. Ajaran tauhid dan ikrar kita masih melekat dan tak akan hilang. Dan akhirnya, kita taqlid kepada kedua orang tua kita terhadap agama yang mereka peluk. Apakah kita masih beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, ataukah kita memilih yang lain karena orang tua kita yaitu majusi, yahudi, nasrani. Ketika kita berbicara tentang ini, sebenarnya hati kita berbicara, agar kita tetap mentauhidkan Allah bukan yang lain. Tetapi, kita sudah tidak dapat lagi membacanya. Karena dimensi hati kita secara tidak sengaja telah kita nodai, serta nafsulah yang telah berhasil menguasai kita sehingga kita berpaling dari-NYA. Dimensi hati ini juga ada kaitannya dengan kepekaan rasa. Disinilah kita dapat bermain hati, mengolah rasa dengan penuh kekhusyukan. Di dimensi hati ini juga dapat mengetahui mana yang bathil dan mana yang benar. Dan letak do’a yang memiliki energi yang dapat mempengaruhi alam semesta serta alam bawah sadar kita. Dan apakah di dimensi hati ini juga ada indera hati, apa tidak ya?
Kalau kita berbicara tentang indera hati, pengertian indera dalam kamus bahasa indonesia yaitu sesuatu yang dapat merasakan yang di miliki oleh manusia. Dimensi hati mungkin memiliki indera. Seseorang bisa merasakan sebuah getaran, energi, membaca alam semesta, dsb. Apakah itu bukan indera? Sebenarnya semua itukan letaknya di hati. Seseorang bisa mendengar suara jin, sedangkan orang lain tidak dapat mendengarnya. Seseorang bisa melihat makhluk halus, sedangkan seseorang tidak dapat melihatnya. Seseorang dapat menangkap energi yang akan terjadi pada dirinya atau pada orang lain, membaca sekalipun. Sedangkan orang lain tak mampu. Apakah ini semua bukan termasuk indera?yang di miliki oleh hati? Bukan berarti indera hati ini memiliki mata, telinga, tangan, kaki,dsb. Tetapi semua itu tidak bisa kita samakan dengan apa yang dapat kita lihat oleh panca indera kita. Panca indera dengan indera hati adalah beda tidaklah sama.Panca indera itu apa yang kita miliki. Setiap manusia Allah telah menciptakannya. Panca indera ini, orang lain dapat melihatnya. Mereka dapat melihat mata, kaki, hidung, telinga kita, dsb  begitu juga sebaliknya. Sedangkan indera hati ini, seseorang tidak dapat melihatnya melainkan kita sendiri. Dan indera hati ini tidak sembarang orang yang Allah berikan, tetapi semua orang dapat memilikinya dengan catatan kita selalu membersihkan hati kita dan Allah menghendaki-NYA serta tidak lupa kita selalu berserah diri maksudnya menyerahkan segala kehidupan kita kepada Allah. Apakah indera hati dengan indera ke enam sama? Sepertinya sama. Dimanakah letaknya indera ke enam ini? Apakah sama dengan indera hati. Jika indera hati letaknya jelas di hati, sedangkan indera ke enam dimana letaknya? Sepertinya sama di hati jugalah letaknya.Apakah indera hati ada kaitannya dengan alam bawah sadar kita? Dan do’a?
Alam bawah sadar kita, jika kita membagi bagian otak sama gelombang. Otak itu terbagi menjadi 3 yaitu otak kanan, tengah, dan kiri. Gelombang ada 4 yaitu Betha, Alfha, Tetha, dan Deltha. Kita dapat memasuki di gelombang Deltha. Tetapi di gelombang Alfha dan tetha kita bisa memasukinya. Otak kanan dan tengah kita dapat memasuki dengan mudah ke alam bawah sadar. Alam bawah sadar ini, mampu menyimpan semua memori baik itu sengaja yang kita simpan maupun tidak. Alam bawah sadar ini, dapat mempengaruhi do’a kita. Alam bawah sadar ini juga ada kaitannya dengan hati kita.  Kita dapat memasuki wilayah hati salah satunya melalui alam bawah sadar kita. Alam bawah sadar ini juga dapat menangkap pusaran energi. Dalam menangkap energi ini, alam bawah sadar tidaklah sehebat hati. Alam bawah sadar, gelombang serta otak. Ketiga ini, dapat merasakan keadaan diri kita. Begitu juga dengan dimensi hati dan indera hati. Alam bawah sadar ini juga dapat mempengaruhi dimensi hati dan indera hati. Dimensi dan indera hati bisa menolak dan menerimanya apa yang di bawa oleh alam bawah sadar.
Para ahli saraf (neurolog) telah menemukan beberapa jawaban, dan jawabannya terletak pada gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Elactro Encephalo Gram). Kalau kita pergi ke labolatorium atau ke pusat penelitian fungsi otak manusia. Maka kita bisa menemui EEG dan Brain Mapping. Kedua alat tersebut di gunakan untuk mengamati aktivitas tak manusia. Perbedaaannya Brain Mapping hanya memeriksa secara fisik, untuk mengetahui adanya gangguan, kerusakan atau kecacatan otak, misalnya tumor otak, pecahannya pembulu darah otak, dan benturan kepala. Sedangkan EEG memeriksa getaran, frekuensi, sinyal, atau gelombang otak, yang kemudian di kelompokkan ke dalam beberapa kondisi kesadaran. Getaran atau frekuensi adalah pulsa (implus) perdetik dengan satuan Hz. Berdasarkan riset selama bertahun-tahun di berbagai Negara maju, frekuensi otak manusia berbeda-beda untuk setiap fase sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyeyak, trance, panik, dan sebagainya. Melalui penelitian yang panjang, akhirnya para ahli syaraf (otak) sependapat bahwa gelombang otak berkaitan dengan kondisi pikiran. Berikut ini
adalah jenis-jenis frekuensi gelombang otak manusia, dan pengaruhnya terhadap kondisi otak manusia.

Pertama, GAMMA (16 hz-100 hz). Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi. Misalnya saat berada di arena perebutan kejuaraan, tampil di muka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thomson (Center For Acoustic Research), diatas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang hypergamma (tepat 100 hz) dan gelombang Lambada (tepat 200 hz), yang merupakan gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.

Kedua, BETA (12 hz- 19 hz). Adalah merupakan gelombang otak yang terjadi pda saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh, sadar, dan di dominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar anda. Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja,berkonsentrasi, berbicara, berfikir tentang masalah yang kita hadapi. Gelombang Beta di bagi menjadi 3 kelompok yaitu high beta (lebih dari 19 hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma, lalu getaran beta (15 hz-18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya low beta (12 hz-15 hz).

Ketiga, ALPHA (8 hz-12 hz) adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksasi, atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi
khusyu, relaks, meditatif, nyaman, dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Seseorang akan menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadaran tidak sadar. Fenomena Alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena Alpha banyak di manfaatkan oleh pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti pada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekuensi alpha 8-12 hz merupakan frekuensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Seseorang bisa mengingat mimpinya, karena ia memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa seseorang ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat ia bermimpi.

Keempat, THETA (4 hz-8 hz). Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan atau sangat mengantuk. Dalam frekuensi yang rendah ini, seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu, keheningan yang mendalam, depp-meditation, dan mampu mendengar nurani bawah sadar. Tanda-tanda nafas mulai melambat dan dalam, inilah kondisi yang di raih saat Ulama Sufi sedang melamtunkan doa dan dzikir di tengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Selain di ambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosisi, meditsi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi Chi dan Prana juga
menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka melakukan latihan.

Bayi dan balita yang rata-rata tidur lebih dari 12 jam sehari, selalu berada dalam fase gelombang otak alpha dan theta. Perlu di ingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga
menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya,imajinasi mereka aktif dan permainan pun akan menjadi seru.

Gelombang theta juga di kenal sebagai gelombang ajaib, karena gelombang ini berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Hal ini di
karena kan anak-anak hampir akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Seseorang meungkin pernah mengalami saat berdo’a, sholat, dan berdzikir. Dengan dasar ini pula lah “God Spot” di temukan.

Kelima, DELTA (0,5 hz-4 hz). Adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekuensi yang rendah, yaitu di bawah 3 hz. Otak manusia menghasilkan gelombang ini ketika anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan fikiran, frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Bila seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Saat tersebut tubuh seseorang melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sesl-sel baru saat ia tertidur lelap. Karena itu meski tertidur
hanya sebentar, ia akan bangun dengan tetap merasa segar bugar. Penyelidikan di atas menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran manusia akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha dan Theta. Dalam frekuensi inilah, jika ia menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Apabila kita kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi Alpha maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. Bagi seorang muslim saat seseorang berdoa, shalat dan berdzikir, ferkuensi gelombang otaknya akan berada pada kondisi Alpha dan Theta. Disinilah moment-moment kontemplatif seorang makhluk, saat ia bersujud di hadapan Sang Khalik (Allah). Ada perasaan keheningan yang
menggetarkan, perasaan khusu yang mendamaikan. Perasaan itu muncul karena saat itu ia berada dalam kondisi gelombang otak Alpha dan Theta.

Dalam meomentum seperti itulah seseorang dengan mudah memasuki hamparan kepasrahan total pada Sang Pencipta, dengan rasa syukur yang mengalir dalam jiwa, ia juga bisa merajut butiran-butiran keyakinan positif keikhlasan dalam segenap jasmani, ruhani, dan pikirannya secara  utuh.

Gelombang otak Alpha dan Theta adalah gelombang yang resonansinya paling kuat. Namun gelombang ini juga termasuk yang paling sulit di bangkitkan, dibandingkan gelombang Beta yang kita aktifkan saat kita berfikir sehari-hari, sebagimana halnya susah untuk berkonsentrasi. Pancaran gelombang otak Alpha dan Theta dari pikiran inilah yang akan menyebar keluar, hingga menggerakkan orang lain melakukan hal-hal positif. Pancaran resonansi gelombang otak dari seseorang bisa terlihat pada sorot mata dan wajah seseorang. Saat kita bertemu dengan seseorang yang baru, kok rasanya akrab dan ramah. Atau sebaliknya kok rasanya nggak nayman. Itu menandakan pancaran resonansi gelombang otak yang kita terima, berbeda tergantung pancaran resonansi gelombang otak orang
tersebut.

Hal yang sama juga di alami saat orang lain bertemu kita, kalau kita selalu positive thingking, berjiwa tenang dan tulus, oranglain pun akan merasakan nyaman saat bertemu kita. Sebaliknya kalu kita negative thingking, hati gelisah dan marah, maka akan mengeluarkan sinyal gelombang negative, sehingga membuat orang lain tak nyaman. Keihlasan akan membuat resonansi gelombang otak manusia berada pada kondisi positif (Alpha dan Theta). Hal tersebut apabila di aktifkan, akan berangsur-angsur menyehatkan mental, karena hidup seseorang yang berfikiran positif akan selalu jujur, dapat di percaya, adil, konsisiten, dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Kinerjanya selalu produktif, berinisiatif, bersemangat, berfikir jauh ke depan, mampu mengelola konflik, sehingga tindakan positifnya akan menghasilkan hal-hal yang positif pula. Orang yang berfikir dan berprilaku positif, selalu akan berbuat sesuatu yang besar, lebih bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain
dan masyarakat. Semua hal tersebut, akan terjadi apabila seseorang berada dalam kondisi “Ikhlas”.

Hasil penelitian aliran Goldstein: di temukan adanya Zat endhorphin dalam otak manusia, yaitu zat yang memberikan efect menenangkan yang di sebut endogegonius morphin. Endhorphin adalah bahan boikimia alami yang di hasilkan otak pada saat seseorang melakukan olah raga. Ia dapat membuat seseorang bersemangat, tetapi tahukan endhorphin juga dapat di hasilkan ketika kondisi gelombang otak berada pada gelombang Alpha/Theta, dan juga dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.

Ilmuwan percaya bahwa otak yang menghasilkan endhorphin berada pada area yang sama, yang terlibat dalam proses belajar dan mengingat. Hasil penelitian di Nort Westren University membuktikan bahwa ketika seseorang sedang mempelajari sesuatu, otak manusia menghadiahkan dirinya dengan menghasilkan endorphin. Hal ini di yakini, sebagi penyebab hal-hal baru lebih gampang untuk di ingat dan di ulang kembali.

Dengan kata lain, belajar mengingat akan lebih mudah di lakukan apabila terdapat cukup banyak endhorphin dalam otak, suatu kondisi yang dapat terjadi apabila otak barada pada gelombang Alpha dan Theta. Ada keuntungan lain yang dapat anda peroleh apabila anda fokus pada konfigurasi gelombang otak Alpha dan Theta ini, yaitu seseorang akan lebih mudah untuk mengubah citra diri atau gambaran melalui mental negatif dirinya menjadi citra diri atau mental positif diri manusia baru.

Drs Subandi MA, menjelaskan bahwa kelenjar endorfina dan enkafalina yang dihasilkan oleh kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek mirip dengan opiat (candu) yang memiliki fungsi menimbulkan kenikmatan (pleasure principle), sehingga disebut opiat endogen. Apabila seseorang sengaja memasukkan zat morfin ke dalam tubuhnya, maka akan terjadi penghentian produksi endorphin. Jika pengguna narkoba, menghentikan secara tiba-tiba, orang tersebut akan mengalami sakau (ketagihan yang menyiksa dan gelisah); karena otak
tidak memproduksi zat tersebut.

Gelombang Alpha dan Tetha yang menghasilkan zat endhorphin sangat baik untuk relaksasi. Untuk mengembalikan produksi endhorphin di dalam otak bisa dilakukan dengan meditasi, shalat yang benar atau melakukan dzikir, juga berdoa dengan khusyu sampai seseorang bisa sampai pada kondisi keikhlasan, yang memang dapat memberikan dampak ketenangan,
ketentraman dan juga kedamaian.

Do’a yang terkabul adalah do’a yang di tanamkan dalam hati baik di dimensi maupun indera  hati serta di alam sadarpun. Kemudian kita` serahkan kepada Allah, kita ikhlaskan apa yang kita inginkan. Disamping itu kita yakin bahwa Allah akan mengabulkan permintaan kita. Serta alam semesta juga akan mengikuti apa yang kita inginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar