Selasa, 12 Februari 2013

seorang wanita yang bernama hubabah bahiyah dari yaman "kecintaannya kepada Allah swt...


Seruanmu memanggil nama-KU
adalah jawaban-KU.

Kerinduanmu padaKU
adalah pesan-KU untukmu.

Segala upayamu untuk menggapai-KU
pada hakikatnya adalah
upaya-KU menggapaimu.

Ketakutan dan cintamu
adalah simpul untuk mendapati AKU.

Dalam keheningan
yang mengelilingi setiap seruan:
"ALLAH"
menanti seribu jawaban
"Di Sinilah AKU"

"Doamu untuk sesama adalah hadiah terindah yang dapat kau berikan padanya."

Ada tasbih yang bergemerincing
lebih damai
dari arus sungai

Ada lisan menyenandung
sholawat di jalanan
Ada suara penyeru kabaikan
di tiap sudut rerumahan


Dan katakanlah:
"Berbuatlah engkau...
Niscaya Allah, Rasul-Nya
dan orang-orang mukmin
akan melihat perbuatanmu

Dan engkau akan
dikembalikan kepada Allah
Dzat yang Maha Mengetahui
segala yang ghaib
dan yang nyata,

lalu Dia memperlihatkan
kembali semua yang telah
engkau perbuat".
(At-Taubah 105)

Ya Allah......
Karuniai aku secuil cintanya
biar kurasa kelezatan munajat dan doa

ya Allah....
beri aku sejumput zuhudnya
agar aku tak rakus pada dunia

ya Allah...
beri aku setetes air matanya
hingga cair gunungan dosa dalam dada

jika ada kepedihan menimpamu,
ketahuilah!
kepedihan yang sama pernah menimpa
orang-orang sebelummu.
karena ini adalah roda kehidupan
yang Aku gulirkan kepada manusia
untuk Aku memilah siapa diantara kamu
sekalian yang benar-benar beriman
hingga kelak Aku jadikan ia peraih kesyahidan
dijalanku.
(Ali-Imran 140)

sesungguhnya mereka yang berkata:
"Tuhan kami adalah Allah"
Dan mereka sungguh-iturunkan kepada mereka untuk menjadi sungguh dalam
menjalankan agamanya, kelak para malaikat akan diturunkan kepada mereka untuk menjadi penyampai seraya berkata :
" jangan takut dan jangan sedih
berbahagialah dengan surga yang telah dijanjikan..
kami adalah kekasih kalian di dunia dan akhirat
untuk kalian telah disediakan segala yang kalian inginkan.
(fussilat 30-31)



Hati-hatilah terhadap firasat seorang mukmin ia bisa melihat dengan cahaya Allah. (HR. Tirmidzi dan Thabrani)

Pernahkah kau jumpa?
Diantara mereka yang terhanyut arus cinta fana
Ada dia yang tenggelam jatuh cinta pada muara.

Pernahkah kau sua?
diantara mereka yang gelap mata mendewakan harta
ada dia yang menolaknya begitu saja, lebih tertarik pada yang kekal di alam sana.

Pernahkah kau kira?
Di antara mereka yang sibuk membangun istana dunia.
Ada dia yang lebih suka menata singgasana di surga.

Pernahkah kau sangka?
diantara mereka yang berkeliling di sejengkal tanah bumi.
ada dia yang terbang menembus jagad raya
mencium hajar aswad dari tempat asalnya.

wahai....
menemukanmu adalah semburat fajar
kala pekat malam kukira tak kan usai

wahai...
mendapatimu adalah guyuran hujan
kala kebun jiwa kurasa mengering perlahan

wahai...
kumohon jangan berpaling
sebab kupinta engkau jadi cahaya
hingga tak sesat aku mengeja langkah
tuk selusuri jalan gelap menuju-NYA
atau kuharap engkau membentang sayap
mengantar aku ke puncak surga
kala ruhku merindu Sang Pencipta

Katakanlah!
adakah yang lebih hebat dari-NYA?
siapakah yang dapat memberimu kebahagiaan
walaupun hanya sesaat?
siapa yang dapat mengaruniaimu kesenangan
meskipun hanya sekejap?
sungguh...
bukan kebahagiaan dan kesenangan yang kucari
yang kuinginkan dariMU
adalah Engkau sendiri
Robby....

sahabat..
sudah saatnya kita dewasa
mampu memahami beda
antara berkah dan musibah
antara karunia dan petaka
mana yang semestinya membuat
tertawa atau mengalirkan air mata

sahabat..
mari kita buka catatan
kita tulis semua pesan
yang Tuhan sampaikan
lewat tiap detik episode peran
yang kita mainkan dalam kehidupan

sahabat..
mari berjalan bergandeng tangan
perjalanan ini masih panjang
gunung, lembah dan sahara menghadang
jauh lebih mudah kita hadapi
jika kita tidak sendiri

sahabat..
mari kita angkat sauh
negeri impian kita masih jauh
Bagaimana mungkin bisa berlabuh
jika dayung tak segera kita kayuh

sahabat..
mari terbangkan ruh
kita tinggalkan kubangan nafsu
dari sana kita lihat bumi
dari cara pandang para wali

sahabat..
mari kita memulai membaca
mengeja semesta
menata alif ba ta cinta
mencari-cari Sang Pencipta

sahabat..
bersama tiap rinai doa
ada namamu diiringi pinta
semoga kita tetap bersama
meski dimana kita berada
dan semoga Allah dihatimu, dihatiku
dalam tiap waktu...



kepada siapa rindu ini kuserahkan?
kepada awan?
ia tak kan mampu membendung
maka rintik lalu deras hujan banjiri bumi
dan rinduku masih sesakkan dada ini

kepada siapa rindu ini kuserahkan?
kepada lautan?
maka ombak, gelombang dan badai
menghadang...
rinduku tak kan mampu dia tanggungkan

kepada siapa rindu ini kuserahkan?
kepada pepohonan?
ranting meranggas, batang memanas
daun berguguran
rinduku mampu membakar
hingga semak belukar

duhai Tuhan,,
candu rindu pada-MU
yang Kua tuangkan di hatiku
merasuki seluruh relung, hingga sel tubuhku
maka, hanya pertemuan dengan-MU
penawarku...


Pentingkah??
bila hidup adalah sebuah danau tenang
atau suatu bak air yang keruh?
ia tak abadijutaan binatang hidup tanpa cemas
merpati tak tahu
apakah ia makan nanti malam?
tetapi ia tetap bersenandung
dari gajah sampai unggas
semua adalah hasil ciptaan Tuhan
dan bergantung kepada-NYA
pemberi rizki yang maha agung
(jalaluddin rumi)

kebahagiaan...letaknya di hati..
bukan pada indah pemandangan di tatp mata
bukan pada senandung merdu di dengar telinga
bukan pada kelembutan yang dapat kau raba
ia tak bisa dideteksi panca indera

sebaliknya..
kala hati bahagia
gurun pasir tak ubah berbunga
cacian dan makian serasa senandung belaka
semua yang kau sentuh terasa bak sutera

bahagia dekat sekali..
yakni di hati.
tak perlu kau cari ia..
jauh-jauh disana..


saat kita bertemu di suatu tempat
semua kata-kataku menguap

tanganmu tengadah doa
dipenuhi lelehan air mata

engkau kilau mutiara
yang menyangka dirimu debu belaka

lisanmu gemerincing tasbih
tak pernah jeda menimbun pahala

matamu sebening telaga
disana aku bisa berenang selama kusuka

jiwamu selaksa Robiah
tak pernah penat beribadah

hatimu rumah terindah
aku selalu ingin kembali singgah

didalammu kutemu pelita
bersamamu aku tak tersesat gulita

dunia di matamu setitik debu
kau jentik begitu mudah dengan jarimu

sepimu berdua bersama rindu
ramaimu hening tak peduli
ruang dan waktu

jiwamu medan pertempuran
nafsu tak kan pernah kau biarkan menang

imanmu syahadat Abu Bakar
kala berita mikraj dia dengar

dzikirmu geliat putaran rumi
mendengarnya aku ingin ikut menari

ruhmu terbang bertemu Tuhan
meski kakimu di tanah tertahan

duhai....surga firdaus merindumu
disana Nabi telah menantimu...

"Ya Allah..
Kami adalah umat nabimu Muhammad yang hidup di akhir zaman yang penuh beragam fitnah, hantarkan kami kepadanya...

kami tak mampu beribadah seperti mereka , namun kami punya cinta..cinta kepadanya..manusia paling terkasih disisiMU...dan cinta inilah satu-satunya bekal yang akan kami bawa saat menghadap-MU nanti..

"Ya Allah..
Dengan cintaMU padanya..cintailah kami...
dengan rahmatMU padanya...rahmatilah kami...
dengan bimbinganMU padanya..bimbinglah kami..menuju jalannya..
Menuju surga-MU...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar