Rabu, 22 Agustus 2012

Berserah Diri Pada Rancangan Allah Subhanahu Wata'ala

Sesungguhnya kau tidak mengetahui
akhir dan akibat dari setiap urusan..

Mungkin kau bisa mengatur dan
merancang sebuah urusan yang baik
menurutmu.
Tetapi ternyata urusan itu berakibat
buruk bagimu..

Mungkin saja ada keuntungan di balik
kesulitan,
dan sebaliknya banyak kesulitan di
balik keuntungan.
Bisa bahaya datang dari kemudahan
dan kemudahan datang dari bahaya..

Mungkin saja anugerah tersimpan
dalam ujian dan cobaan tersembunyi
di balik anugerah..

Dan bisa jadi kau mendapatkan
manfaat lewat tangan musuh,
dan binasa lewat orang yang kau
cintai..

Orang yang berakal tidak akan ikut
MENGATUR bersama Allah,
karena ia tidak mengetahui mana yang
berguna dan mana yang berhahaya
bagi dirinya..

Syekh Abu al-Hasan rahimahullah
berkata:
“Ya Allah, aku tidak berdaya menolak
bahaya dari diri kami meskipun datang
dari arah yang kami ketahui dan
dengan cara yang kami ketahui. Lalu,
bagaimana kami mampu menolak
bahaya yang datang dari arah dan cara
yang tidak kami ketahui?!”

Cukuplah untukmu firman Allah:
“Bisa jadi kalian membenci sesuatu
padahal ia baik untuk kalian. Bisa jadi
kalian mencintai sesuatu padahal ia
buruk untuk kalian. Allah mengetahui,
sementara kalian tidak
mengetahui.” (QS Al Baqarah:216)
Sering kali kau menginginkan sesuatu,
namun Dia memalingkannya darimu..

Akibatnya, kau merasa sedih dan terus
menginginkannya..

Namun, ketika akhir dan akibat dari apa
yang kau hasratkan itu tersingkap,
barulah kau menyadari bahwa Allah
Subhanahu wa Ta'ala melihatmu
dengan pandangan yang baik
dari arah yang tidak kau ketahui dan
memilihkan untukmu dari arah yang
tidak kau ketahui..

Sungguh buruk... seorang hamba yang
tidak paham dan tidak pasrah kepada-
Nya..

Diceritakan bahwa ada seorang arif,
yang ketika ditimpa musibah, berkata,
“Tak apa-apa, itu baik.” Pada suatu
malam, seekor srigala datang dan
memakan ayamnya..


Ketika diberitahu,
la menjawab, “Tidak apa-apa.” Di
malam berikutnya anjingnya mati. Saat
diberi tahu ia menjawab, “Semuanya
baik-baik saja.” Lalu esok harinya
keledainya juga mati. la tetap berkata,
“Tak apa.” Keluarganya tidak menyukai
jawaban itu.
Namun, pada malam berikutnya,
sekelompok orang menyerang desa itu
dan membunuh semua penduduknya..

Tidak ada yang selamat kecuali si arif
dan keluarganya. Ternyata,
gerombolan itu mendatangi penduduk
mengikuti suara ayam, gonggongan
anjing, dan bunyi keledai..

Sementara,
si arif itu tak lagi memilikinya. Kematian
hewan-hewan itu menjadi sebab
keselamatannya..

Mahasuci Allah Yang
Maha Mengatur dan Maha Bijaksana.
Seorang hamba menyadari baiknya
pengaturan Allah setelah suatu
peristiwa berlalu. Itulah sifat manusia
kebanyakan. Berbeda dengan kalangan
khusus yang memahami Allah dan
mengetahui baiknya pengaturan Allah
sebelum peristiwa itu berlalu. Kalangan
khusus ini pun terbagi ke dalam
beberapa tingkatan:
Ada orang yang berbaik sangka kepada
Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga
mereka berserah diri kepada-Nya..

karena Dia telah banyak memberikan
anugerah dan karunia.
Ada yang berbaik sangka kepada Allah
Subhanaha wa Ta'ala karena
mengetahui bahwa merisaukan nasib
dan ikut mengatur tidak akan mampu
menolak ketentuan yang telah
ditetapkan atas dirinya dan tidak akan
mendatangkan apa yang bukan
bagiannya..

Ada pula orang yang berbaik sangka
kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
karena memahami hadis qudsi, “Aku
sesuai dengan prasangka hamba-Ku
kepada-Ku.”
la terus berbaik sangka kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala seraya bekerja
dan berusaha dengan harapan Allah
akan memperlakukannya sesuai
dengan prasangkanya yang baik..

Dan,
Allah berbuat kepadanya sesuai
dengan prasangkanya..

Allah telah
memudahkan karunia bagi orang
beriman sesuai dengan prasangka
mereka. Dia berfirman, “Allah
menghendaki kemudahan bagi kalian
dan tidak menghendaki kesulitan.”

Tingkatan paling tinggi adalah orang
yang menyerah dan pasrah kepada
Allah Subhanahu wa Ta'ala karena
menyadari bahwa sikap itulah yang
layak ia jalani, bukan karena
mengharapkan kebaikan bagi dirinya..


Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
-------------------- -------------------- --------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar