Minggu, 05 Agustus 2012

wahai lelakiku dan wanitaku

Wahai ''Lelaki"-ku,

“Dan hendaknya orang yang berakal menjauhi sikap mengumbar pandangan karena mata melihat apa yang tidak ia mampui (apalagi) yang dipandangnya bukan pada hakikat yang sebenarnya. Bahkan terkadang hal itu m
enyebabkan mabuk kepayang maka rusaklah tubuhnya dan juga agamanya. Barangsiapa yang terkena musibah seperti ini maka hendaknya ia memikirkan aib-aib para wanita.

Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu 'Anhu berkata,

إِذَا أًَعْجَبَتْ أَحَدَكُمْ امْرَأَةٌ فَلْيَذْكُرْ مَنًاتِنَهَا وَمَا عِيْبَ نِسَاءُ الدُّنْيَا بَأَعْجَبَ مِنْ قَوْلِهِ تَعَالىَ }وَلَهُمْ فِيْهَا أَزْوَاجُ مُطَهَّرَةُ|

“Jika seorang wanita membuat salah seorang dari kalian takjub maka hendaknya ia mengingat hal-hal yang bau dari wanita tersebut, sungguh tidak ada yang lebih menakjubkan tentang aibnya para wanita di dunia dengan firman Allah |وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ} (dan untuk mereka di surga istri-istri yang suci)”[QS Al-Baqarah ayat 25, yaitu para wanita surga mereka suci terbebas dari haid, ingus, dahak, kencing, tai, mani, ludah dan hal-hal yang kotor. Hal ini sebagaimana tafsiran dari Ibnu Abbas dan juga Mujahid (Lihat tafsir Ibnu Katsir QS 2:25)] ,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَ مِنْ شَرِّ بَصَرِي وَ مِنْ شَرِّ لِسَانِيْ وَ مِنْ شَرِّ قَلْبِي وَ مِنْ شَرِّمَنِيِّ

"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari keburukan pendengaranku, dari keburukan pandanganku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku, dan dari keburukan maniku (kemaluanku)".

{HR At-Thirmidzi no 3492, Abu Dawud no 1551, An-Nasai no 5444, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani}.

Wahai ''Wanita''-ku,

Sesungguhnya jalan ''KEBAIKAN'' itu ada di depanmu,
kuncinya ''berada'' di 'TANGAN'-mu.

''BENAR'', bahwa LELAKI-lah yg ''MEMULAI'' langkah dalam ''lorong'' DOSA,
tetapi bila engkau tdak ''SETUJU'', laki-laki itu tidak akan BERANI,
dan andaikan bukan lantaran ''GAYA'' lemah gemulaimu,
laki-laki tidak akan bertambah PARAH.

Engkaulah yang ''MEMBUKA PINTU'',
seakan kau katakan kepada si PENCURI itu; "SILAHKAN MASUK…",
dan ketika ia telah ''MENCURI'', engkau berteriak; maling…!
tolong… tolong… saya ''KEMALINGAN''.

Wallaahul Musta'an

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar