Minggu, 05 Agustus 2012

"nafsu"

Assalamu'alaikum wr wb.. kita sering bertanya" pada diri kita besar manakah antara nafsu dan syaitan?? lebih berbahaya manakah di antara keduanya???
jawabannya adalah nafsu yang berbahaya...mengapa??? mohon maaf, manusia jauh lebih bahaya dari pada syaitan...contoh..anak darah dagingnya sendiri itu di buang oleh orang tuanya. di bunuh oleh orang tuanya..apakah ini tidak kejam?? ini kejam dari pada
syaitan yang menggoda imannya manusia.. astaqfirullah...
ada juga ribut dengan warisan, saudaranya kandung itu rela di bunuh demi mendapatkan warisan. astaqfirullah....dimana letak hati nurani mereka?? ini lebih jahat dari pada syaitan..
nafsu itu tidak mengajak kejahatan..nafsu memiliki 3 macam menurut Al-QUran..
1. Nafs Ammarah
“…Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kepada kejahatan..” (Q.S 12:53)

Yakni, adalah ciri khas nafs ammarah bahwa ia membawa manusia kepada keburukan yang bertentangan dengan kesempurnaannya serta bertolak belakang dari keadaan akhlaknya dan ia menginginkan manusia supaya berjalan pada jalan yang tidak baik dan buruk.

2. Nafs Lawwamah
“Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. (Q.S 75:2)”

Yakni, nafs (jiwa) yang menyesali dirinya sendiri atas perbuatan buruk dan setiap pelanggarannya. Nafs lawwamah ini merupakan sumber kedua bagi keadaan keada¬an manusia yang daripadanya timbul keadaan akhlaki; dan sesampai¬nya ke martabat itu manusia terlepas dari keadaan yang menyerupai keadaan hewan hewan lainnya. Dinamai lawwamah karena dia mencela manusia atas keburukannya dan tidak senang kalau manusia bertingkah-laku sewenang-wenang dalam memenuhi keinginan-keinginan thobi’i-nya dan men¬jalani hidup seperti hewan-hewan berkaki empat.

3. Nafs Muthmainnah
“Hai jiwa yang tenteram dan mendapat ketenteraman dari Tuhan! Kembalilah kepada Rabb mu! Kamu senang kepada Nya dan Dia senang kepadamu. Maka bergabunglah dengan hamba hamba Ku dan masuklah ke dalam surga Ku”. (Q.S. 89:27 30).

Inilah martabat dimana jiwa manusia memperoleh najah (keselamatan) dari segala kelemah¬an, lalu dipenuhi oleh kekuatan kekuatan rohaniah dan sedemikian rupa melekat jadi satu dengan Allah Ta’ala sehingga ia tidak dapat hidup tanpa Dia. Laksana air mengalir dari atas ke bawah yang karena banyaknya dan tiada sesuatu yang menghambat¬nya, maka air itu terjun dengan deras, begitu pula jiwa manusia tak henti hentinya mengalir terus dan menjurus ke arah Tuhan.

bagaimana kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita??? yakni dengan memperbanyak membaca Al-Quran...memperbanyak dzikrullah..menjaga sholat 5 waktunya...yakni memperbanyak melakukan kebajikan dan menjauhi larangan..

mengapa hawa nafsu itu ada??
karena Allah akan mengetahu siapakah diantara kalian yang terbaik..yang dapat mengendalikan hawa nafsu mereka..

Rasulullah SAW. menekankan tentang adanya jihad batiniyah, yaitu jihad melawan hawa nafsu. Hal ini sebagaimana ucapan Rasulullah suatu ketika setelah beliau bersama sahabat dan laskar mujahidin Islam lainnya kembali dari sebuah peperangan dahsyat dengan kaum musyrikin, Rasulullah SAW bersabda :

“Kita baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar”. Sahabat terkejut dan bertanya, “Peperangan apakah itu wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab: “Peperangan melawan hawa nafsu.” (HR. al-Baihaqi).

Jihad melawan hawa nafsu dipandang lebih besar daripada jihad melawan orang-orang kafir, diantaranya disebabkan oleh beberapa hal berikut:

Bila gagal, maka iman seseorang akan semakin berkurang.
Bila gagal, maka neraka adalah ancamannya.
Hawa nafsu tidak terlihat dan terkadang dianggap benar.
Hawa nafsu selalu berada dalam diri manusia.

hawa nafsu ternyata menjadi pintu gerbang yang terbuka lebar bagi masuknya pengaruh syaithan dalam diri manusia tersebut yang menyebabkan seseorang semakin jauh dari kebenaran dan aqidah islamiyah. Inilah yang menjadi penghalang utama dan pertama seseorang jauh dari rahmat Allah, kemudian barulah syaitan dan golongan-golongan yang lain.

Begitu juga, melawan hawa nafsu lebih sulit daripada melawan musuh dalam selimut, karena musuh dalam selimut masih dapat dilihat. Sementara hawa nafsu berada dalam diri kita, persis seperti kita melawan diri sendiri. Di satu sisi kita harus hidup dengan sejumlah kebutuhan dan keinginan, namun di sisi lain kita juga harus memusuhi kebutuhan hidup apabila kebutuhan tersebut bertentangan dengan ketentuan dan ajaran Islam.

Hawa nafsu jahat senantiasa menjadi penghalang dalam setiap langkah hidup, tenaga pendorong yang mampu memutarbalikkan fakta dan kebenaran. Apabila tidak memiliki kontrol yang ketat, fakta dan kebenaran dapat saja menjadi sesuatu yang harus didustakan sehingga kehidupan menjadi gelap dan semakin tersesat dari kebenaran.

mumpung kita bisa bertemu di bulan yang suci ini ..marilah kita perbanyak memberi nutri" pada hati kita....tuk senantiasa bersih hati kita..menjaga hati kita sehingga nafsu kita bisa kita kendalikan semuanya juga atas kekuasaan Allah..dan juga kita perbanyak doa kepada Allah.. dan berdoalah dengan sempurna dan serius kepada Allah...karena Allah itu menurut prasangka hambaKu...doa itu adalah sumber kekuatan ....berdoalah pada Allah....dengan penuh keyakinan....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar