Selasa, 07 Agustus 2012

MENGAPA JODOH BISA TERHAMBAT ??!

odoh terhambat?

Kenapa bisa terhambat?

Ada yg bilang jodoh kita terhambat gara-gara ini dan itu. Ironisnya ada yg berpendapat bahwa terhambatnya jodoh dikarenakan ada makhluk lain (jin) yg suka kepada manusia, sehingga tidak sedikit dari saudara-saudari kita mendatangi 'orang pintar', paranormal, dsb untuk diruqyah (meskipun berlabel syasi'at) supaya jodoh kita tidak terhambat. Jika kita meyakini hal itu, berarti secara tdk sadar kita sudah terjerumus pada perbuatan syirik. Sedangkan syirik itu "zhulmun 'azhiim" (kezhaliman yg besar) Na'udzubillahi min dzalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari kemusyrikan.

Lalu kenapa jodoh kita bisa terhambat?

Hal itu bisa disebabkan beberapa hal berikut:

1) Hati Yg Belum Siap.
Tidak dipungkiri bahwa hati sanubari kita pernah merasakan perasaan yg begitu dalam. Sebagian mereka menyebutnya "jatuh cinta" padahal bukan. Perasaan itu hanyalah rasa suka yg didorong oleh syahwat sehingga menjadi rasa yg berlebihan. Perasaan seperti itu adalah fitrahnya manusia. Selama kita masih menjabat sbg manusia, maka rasa itu pasti akan atau pernah kita rasakan. Ketika rasa itu mulai meliputi hati sanubari kita, maka tdk ada yg bisa menolaknya. Sekalipun kepadanya dikatakan, "gak usah cemas!", "jangan terlalu dipikirkan!" dsbg. Maka hati sanubari masih tetap akan cemas, dan rasa itu tetap terpikirkan. Tetapi ingat,.. Selain hati sanubari (kecenderungan hati kpd nafsu), kita juga punya hati nurani (kecenderungan hati kpd iman), jika hati sanubari (nafsu) kita lebih dominan, maka kita akan terus terlarut dalam perasaan itu. Tetapi jika hati nurani (iman) kita yg lebih dominan, maka setidaknya kita tdk akan terus terlarut dalm perasaan itu. Solusinya, siapkan hati dgn menghidupkan hati nurani. Yaitu dgn "taqorrub ilallah" (mendekatkan diri kpd Allah). Diantaranya dgn cara berdzikir kpd Allah, baik dzikir qolbi (dalam hati), dzikir lisaani (dgn ucapan), juga dzikir 'amali (dgn perbuatan).

2) Terlena Dalam Ikatan/Komitmen (pacaran).
Memang tdk ada istilah pacaran dalam Islam. Bukan hanya sebatas berpacaran atau putusnya, tetapi lebih ke ikatan perasaan. Jika hanya sebatas perasaan itu wajar. Tetapi yg berbahaya adalah ketika perasaan itu kemudian dieksplorasi dgn berbagai cara (baik dgn kata-kata apalagi dgn perbuatan). Dan itu sudah termasuk kategori mendekati zina. Bukankah Allah telah mengingatkam kpd kita, "walaa taqrobuzina..." (dan janganlah engkau mendekati zina...) mendekatinya saja sudah Allah larang, apalgai jika dilakukan, bisa-bisa Allah murka. Na'uudzubillah.

3) Harapan Yg Berlebihan.
Masalah jodoh, memang tdk ada yg tahu selain Allah saja. Tetapi kita bisa mengusahakannya. Terlepas dari jadi atau tidak dgn orang yg kita harapkan, jodoh pasti ada. Dan jodoh itu tdk akan datang, jika dalam hati kita masih ada harapan yg berlebihan pada seseorang yg belum tentu jodoh kita. Namun ketika hati kita mulai ridho atas ketetapan Allah dan ketika harapan2 itu kita serahkan kpd Allah, insyaAllah... Allah akan kirim jodoh kita. Dgn jalan dan orang yg tdk pernah kita duga sebelumnya.

4) Meninggikan kriteria.
Siapa yg akan menolak jika kita diberi jodoh yg sempurna??,
sehingga kita mulai memasang beberapa kriteria untuk jodoh kita. Baik secara fisiknya, watak pribadinya, status pendidikannya, status keturunannya, hartanya, bahkan hingga pekerjaannya. Kita menginginkan agar jodoh kita memenuhi kriteria yg kita harapkan, tdk salah memang. Tapi apakah tdk berlebihan ??
Apa kita juga tidak sadar bahwa mungkin jodoh kita pun justru memasang kriteria yg lebih tinggi dari kita??
Dan Akhirnya, karena masing2 kriteria tdk se-kufu' (setara), maka jodoh pun tdk akan pernah bertemu. Sebab Allah menjodohkan orang2 yg se-kufu'.
"Wanita2 yg keji adalah untuk laki2 yg keji, laki2 yg keji adalah untuk wanita2 yg keji pula. Wanita2 yg baik untuk laki2 yg baik dan laki2 yg baik untuk wanita2 yg baik pula". {QS. An-Nuurayat, 26}
koreksi kembali kriteria yg kita pasang lalu sesuaikan dgn kriteria diri kita sendiri. Atau kita yg menyesuaikan dgn kriteria yg kita harapkan. Jika kita menginginkan jodoh yg sholeh/sholehah, maka benahi dulu diri kita supaya menjadi insan yg sholeh/sholehah.

5) Dosa Yg Terabaikan.
Dalam hal ini Baginda Rasul saw pernah mengungkapkan, "Sesungguhnya seseorang benar dihambat (rizqi/jodohnya) disebabkan dosa yg dikerjakannya." {HR. Ibnu Hibban}
"Barangsiapa yg merasa diperlambat (rizqi/jodohnya), maka hendaklah dia beristighfar kpd Allah." {HR. Al-Baihaqi}
Kedua hadits ini memang tidak shohih, tetapi derajatnya hasan (baik) setelah terdukung kpd hadits2 shahih lainnya. Dan ini sah-sah saja untuk diamalkan.
Terlepas dari shohih atau tidaknya, kedua hadits trsbut mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga diri dari berbuat kesalahan agar Allah mencintai kita. Kalau Allah sudah mencintai, kira2 apa yg tidak akan diberikan bagi yg dicintainya??
Jadi.., terhambatnya jodoh kita adalah karena ulah kita sendiri. Maka segera hentikan tindakan2 kelalaian kita seperti 5 poin diatas. Sempurnakan dgn rumus 3L ...:

*L yg pertama:
Luruskan niat,.!
perbaiki niatnya semata-mata hanya karena Allah. Sebab "Innamal a'malu binniyah" sesungguhnya amal itu tergantung kpd niatnya.

*L yg kedua;
Lakukan ikhtiar,.!
Ikhtiar seoptimal mungkin, mulai dari mencari dan menambah ilmunya. Juga do'a serta istikhorohnya. Jgn pernah merasa lelah. Sekecil apapun ikhtiar kita, Allah tidak akan menyepelekannya.

*L yg ketiga;
Lupakan harapan-harapan kosong,.!
Berharaplah hanya kepada Allah saja.
Sebab ketika kita berharap kepada selain Allah, Allah tidak akan membukakan jalan keridhoan-Nya. Tetapi dgn berharap kpd Allah saja, maka Allah akan membukakan jalan keridhoan-Nya. InsyaAllah...

'^_^,
"Wallahu A'lam Bish Showab"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar