Selasa, 07 Agustus 2012

KETIKA CINTA DIUJI DENGAN TAKDIR

DUBRAAKKK!!!..." banting pintu kamar kostnya. "hari yang melelahkan" gumam bibirnya pelan. Dia langsung menyalakan AC kamarnya. dia lemparkan tasnya,lalu rebahkan badannya dikasur.
wuusssss.....seke
tika angin sejuk menyapa kulitnya. ketika menengok jam dinding masih jam 4,masih ada waktu 1 jam lagi untuk istirahat.

Sebelum berangkat kuliah,dia ingin tidur sejenak menghilangkan lelah yang menderanya hari ini. karna baginya waktu sangat bermanfaat dalam hidupnya. Pagi kerja sampai sore lalu kuliah...yah..aktifitas yang cukup sibuk tapi patut diacungi jempol untuk seorang laki laki mandiri sepertinya.

"tit..diitt..titt...ddiiittt...." tidurnya terganggu karena dering dari HPnya. ada sms masuk batinnya.

"Assalamualaikum kak Rama...sebelumnya Miemie minta maaf,beribu maaf. dalam keputus asaanku,ternyata takdir berkata lain,besok Miemie mau menikah dengan orang yang sudah ditakdirkan untuk Miemie. Doakan Miemie ya kak...."

Spontan dia kaget,bingung apa yang terjadi dengan Miemie. kenapa tiba tiba mengatakan ingin menikah dengan orang lain. miemie adalah gadis yang sangat dicintainya,2 tahun dia menjalin hubungan dengan Miemie. rasanya hatinya benar benar hancur bila memang benar yang dikatakan Miemie.

Rama mencoba menelpon Miemie,tapi sayang HP nya sudah tidak aktif lagi. langsung dia bangkit dari kasurnya. niatnya untuk kuliah pun diurungkan,karna dia ingin menyelesaikan urusannya dulu.

Hatinya risau dan bingung apa yang sebenarnya terjadi. langsung tancap gas untuk kerumah Miemie yang jaraknya lumayan jauh. dengan menaiki sepeda motornya dia membelah jalanan dengan hati yang selalu bertanya tanya.

"ya Rabb...apa yang terjadi dengan Miemie???" batinnya merintih...

Dijalanan dia melaju dengan kecepatan tinggi,ingin rasanya ia segera sampai dirumah Miemie dan mengetahui yang sebenarnya terjadi. padahal sebulan yang lalu dia sudah membicarakan perihal pernikahannya dengan Miemie. setelah lulus kuliah dia akan segera menikahinya.

Tok Tok Tok....
"Assalamualaikum" sapanya sambil mengetuk pintu rumah MieMie .

"walaikumsalam...." terdengar sahutan dari dalam disusul seorang wanita membuka pintu yang ternyata ibunya Miemie.

" sore bu...Miemie ada?" tanya Rama

"eh nak Rama...masuk dulu ayo...." ibunya Miemie mempersilahkan Rama untuk masuk.

"terimakasih bu,,,," ia tatap wajah ibunya Miemie ada kegelisan yang nampak dari raut mukanya.

"miemienya ada bu?" tanya Rama lagi

Yang ditanya justru menunduk...lalu berkata " Miemie pergi kepekan baru bersama ayahnya,memang nak Rama tidak diberitau oleh Miemie?"

"justru itu bu,aku ingin menanyakan apa yang terjadi? aku mendapat sms dari Miemie yang mengatakan dia ingin menikah besok. sungguh aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi."

Mendengar ucapan Rama seketika mata ibu Miemie berkaca kaca,diapun semakin menunduk...

"apa yang sebenarnya terjadi bu?" tanya Rama untuk yang kesekian kalinya

"ma..maafkan kami nak rama...takdir Allah berkata lain. baiklah ibu jelaskan padamu apa yang sebenarnya terjadi. 2 hari setelah kamu datang kesini untuk membicarakan rencana pernikahanmu Miemie pergi ke pekan baru. Miemie mengikuti seminar IPTEK disana. Dan kampusnya hanya mengirim 2 orang,Miemie dan Ricky. disana disediakan fasilitas 2 kamar untuk menginap" jelas ibu Miemie yang tiba tiba terhenti,sedangkan Rama mencoba menebak nebak

"lalu bu..?"

"sepulang dari pekanbaru Miemie tampak pucat. kami mencoba menanyakan apa yang terjadi,dia tak mau cerita,tapi setelah dipaksa dia pun mengatakan kalau Ricky telah memperkosanya..." tangis Ibu Miemie meledak

"ricky emang sudah lama menyukai Miemie,setelah tau kabar rencana pernikahanmu dengan Miemie,dia tak menyia nyiakan kesempatan dalam seminar itu. karna hanya cara itulah yang dapat dia lakukan untuk merebut miemie darimu" lanjut Ibu Miemie berlinangan airmata.

Hati Rama pedih,langit seakan runtuh,matanya berkaca,bibirnya kelu,badannya kaku.

"akhirnya kami sudah memutuskan untuk menikahkan Miemie dengan Ricky, maafkan kami nak Rama.....takdir Allah lebih berkuasa dari rencana manusia" ibu Miemie mengakhiri penjelasannya.

Suasana berubah mencekam. hati Rama seakan meledak,ia menunduk,ada butiran bening mengalir dari matanya. dia tak kuat menahan perasaannya. akhirnya mohon diri untuk pamit pulang.

Dalam perjalanan pulang airmatanya tak berhenti mengalir,bagaimana mungkin gadis yang sangat dicintainya itu direbut dengan cara yang curang. pernikahan yang sudah direncanakan itu tinggal rencana saja. Wisuda yang dia tunggu tunggu sebagai awal masa depannya itu seperti tak ada artinya lagi. batinnya terus bertasbih...gadis yang dicintainya itu direbut elang yang sangat rakus.
"ya Rabb...kuatkah aku? tegarkah aku??"

Sesampainya dikamar kost dia menangis sejadi jadinya. 2 hari dia mengurung diri dikamar itu. hatinya tengah hancur,sementara miemie disana tengah melangsungkan pernikahan dengan laki laki yang sudah merebut nafasnya itu.
Adzan maghrib itu menyadarkan dia untuk bangkit dan memohon pada yang kuasa. Rama bangkit mengambil wudhu lalu bersujud pada Tuhannya agar diberi kekuatan untuk tetap melanjutkan hidupnya. diutarakan kegundahan hatinya tentang takdir yang tak ingin ia terima itu. Kenapa Cintanya harus diuji dengan sebuah takdir?

6 bulan telah berlalu,dengan hati tegar ia selesaikan kuliahnya. kini gelar S1 telah disandangnya. namun sampai detik ini bayangan Miemie masih melekat kuat dalam pikirannya. meski dia sudah tak tau lagi kabar tentang gadis itu.

Dihari wisuda Rama sengaja mengundang ibunya untuk mendampinginya. senyuman tulus dari ibunya itu mampu memberi kekuatan yang telah hilang bersama hilangnya orang yang sangat dicintainya. Seharusnya hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuknya,karna selain diwisuda ia akan melamar Miemie yang kini telah menjadi milik orang lain.

Ketika acara wisuda itu selesai,Rama dikagetkan oleh sosok wanita yang selama ini menemani hatinya.
"subhahanallah.....Miemie..." batinya bergumam,lalu dia menunduk tatkala mengingat Miemie sudah milik orang lain. namun disisi lain tak dapat dia sembunyikan kebahagiaannya bisa menatap Miemie setelah setengah tahun lebih tak bertemu. ditatapnya gadis didepannya itu,sorot mata Miemie yang selalu meneduhkan hatinya. kini benar benar membuatnya bahagia.

"tunggu apalagi Rama..kamu sudah wisuda,sepertinya Miemie sudah menunggu lamaranmu tuh" Goda ibu rama yang tak tau permasalahannya.

"nunggu jodoh dari Allah bu..." jawab Rama menunduk

"maksudnya?" Ibu Rama terlihat bingung.

"Ibu...kak Rama....apa kabar kalian?" sapa Miemie tersenyum

"baik ..." jawab mereka bersamaan

"kamu mau apa kesini mie?" tanya Rama agak canggung

"memang tidak boleh yah aku kesini? aku hanya ingin melihat orang yang aku cintai diwisuda" jawab Miemie tersenyum

"tapi kan...." Rama menghentikan ucapannya. "anakmu mana Mie?" lanjut rama yang membuat ibunya kebingungan,sementara Miemie hanya tersenyum saja.

"kok senyum aja? suamimu mana? " tanya Rama lagi

Miemie tersenyum lalu berkata" kak Rama....aku kesini juga ingin memberitahumu sesuatu. kakak pasti sudah tau semuanya dari ibuku. semua itu memang benar,tapi seminggu setelah pernikahanku Ricky merayakan kecurangannya yang telah merebutku dari Kakak,dia berpesta narkoba dengan temannya. tapi Allah menghukumnya. Ricky overdosis dan meninggal setelah dirawat 1 hari dirumah sakit. alhamdulillah..Allah menyelamatkan aku dari suami seperti dia" terang Miemie yang membuat Rama tanpa sadar tersenyum.

"lalu anakmu?" tanya Rama tak sabar

"Aku memang diperkosa oleh Ricky,tapi Allah tidak menjadikan janinnya tumbuh dirahimku kak" jawab Miemie tersenyum

Tanpa sadar senyum Rama pun semakin lebar,betapa bahagianya dia. seakan dibelai angin dari surga.

"tapi kenapa kamu tidak ngasi tau aku dari dulu?"

"aku hanya ingin melihat ketegaran kak Rama....dan ternyata kak Rama memang laki laki yang sangat hebat,sangat tegar,sangat kuat....aku salut..." Miemie tersenyum

"jadi sekarang...???"

Miemie menunduk "statusku janda muda kak..."

Rama meraih gadis itu dan memeluknya lalu membisikkan ditelinganya "hari ini juga aku akan melamarmu,,akan kubawa ibuku kerumahmu....."

Sedangkan Miemie hanya mampu menangis sebagai wakil perasaan bahagianya saat itu. Cintanya akhirnya kembali setelah melewati ujian sebuah takdir yang tak ingin diterimanya. sebulan kemudian mereka menikah...lalu setahun berlalu mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik. dan ending cerita mereka hidup bahagia dalam cinta dan kasih sayang.

===============

CINTA.....
sulit sekali kita terima bila cinta kita ternyata diuji dengan sebuah takdir Tuhan.
tapi itulah rencana Tuhan....ada hikmah dibalik sebuah ujian.....
selama kita berusaha untuk slalu tegar dan tawakal Tuhan akan memberikan Kadonya untuk kita diakhir sebuah cerita.

So....janganlah mudah putus asa,apalagi karena orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita (pergi sungguhan atau pergi karna takdir)
Yang jelas kita jangan patah semangat untuk tetap melanjutkan hidup,
percayalah....bila jodoh dia akan tetap menjadi milik kita sekalipun ujiannya adalah sebuah takdir. karna nantinya takdir pula yang akan menuntunnya untuk kembali bersatu dengan kita.

~Orang yang Membandingkan Diri dengan Orang Lain Tak Akan Bahagia. Mereka Tak Pernah Bersyukur Atas Apapun yang Mereka Raih~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar